PTPN I Regional VIII dan DPRD Luwu Timur Sinergi Kuat untuk Pembangunan RPJMD 2025–2030
Luwu Timur– Dalam upaya menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Luwu Timur periode 2025–2030, Panitia Khusus (Pansus) DPRD Luwu Timur terus melakukan konsultasi dengan berbagai pihak strategis. Salah satu langkah penting adalah kunjungan ke PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional VIII Sulawesi Selatan. Pertemuan ini menjadi momen penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan BUMN perkebunan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Luwu Timur.
Komitmen PTPN I dalam Mendukung Pembangunan Luwu Timur
PTPN I Regional VIII, yang diwakili oleh Kepala Regional VIII, Maalun Lamau, menyambut baik kunjungan Pansus RPJMD DPRD Luwu Timur yang dipimpin oleh HM Syarkawi. Dalam pertemuan tersebut, PTPN I menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan wilayah melalui pemanfaatan aset dan potensi lokal.
Salah satu poin penting yang dibahas adalah rencana pengembangan kawasan kota di Wotu dan pengelolaan lahan di Tarengge. PTPN I telah memanfaatkan lahan seluas 6 hektar yang sebelumnya digunakan untuk kelapa sawit sejak 2018 dan kini difungsikan sebagai terminal. Langkah ini menunjukkan inisiatif perusahaan dalam mendukung infrastruktur dan perekonomian lokal.
Inovasi dan Hilirisasi untuk Nilai Tambah
Baca Juga: FORNAS VIII Luwu Timur Buktikan Eksistensi di Cabang Olahraga Airsoft
Anggota DPRD Luwu Timur menyampaikan harapan agar PTPN I terus meningkatkan kualitas Tandan Buah Segar (TBS) melalui edukasi dan pendampingan petani plasma. Penggunaan bibit bersertifikasi juga menjadi sorotan untuk meningkatkan rendemen dan kualitas produksi.
Meskipun menghadapi tantangan seperti fluktuasi harga TBS dan isu lingkungan, PTPN I menunjukkan sikap proaktif dengan melakukan inovasi hilirisasi, salah satunya dengan memproduksi minyak goreng. Perusahaan juga berkomitmen untuk lebih fokus pada penjualan Crude Palm Oil (CPO) langsung guna memaksimalkan pendapatan.
PTPN I dan Komitmen Lingkungan Berkelanjutan
Keberlanjutan lingkungan menjadi salah satu fokus utama dalam diskusi. PTPN I menegaskan bahwa seluruh operasional perusahaan telah mematuhi peraturan, termasuk tata cara penanaman, pengelolaan lahan, dan komitmen terhadap Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Perusahaan juga aktif mengelola High Conservation Value (HCV) area untuk menjaga ekosistem.
Sebagai bentuk kontribusi nyata, PTPN I secara rutin menganggarkan dan menyalurkan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini mencakup pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, dan pelestarian lingkungan, yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar.
Pertemuan ini menegaskan tekad PTPN I untuk terus berperan sebagai perusahaan perkebunan yang inovatif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.








