Luwu Timur– Nama Muhammad Badly Ayatullah Massorong kian bersinar di dunia balap motor internasional. Remaja 16 tahun asal Luwu Timur, Sulawesi Selatan, kembali mencatat sejarah dengan meraih podium ketiga pada race 1 Idemitsu Asia Talent Cup (ATC) 2025 di Sirkuit Motegi, Jepang.
Capaian ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Badly sukses naik podium kedua di Thailand Talent Cup (TTC) 2024, serta meraih dua kali podium ketiga di Sepang, Malaysia, awal tahun ini. Konsistensi penampilannya membuat publik tanah air mulai menaruh harapan besar pada sosok pembalap muda yang lahir pada 2009 itu.
Prestasi yang Jadi Momentum
Keberhasilan Badly di lintasan internasional ternyata memberi dampak lebih luas bagi dunia balap di tanah kelahirannya. Ikatan Motor Indonesia (IMI) Luwu Timur menilai, momentum ini harus dijawab dengan penyediaan fasilitas memadai berupa sirkuit balap permanen.
Ketua IMI Lutim, Hardiansyah, menegaskan bahwa Luwu Timur sejauh ini belum memiliki sirkuit resmi, padahal sudah ada bibit potensial seperti Badly.
“Insya Allah kami dari IMI siap support bibit-bibit putra Lutim di kancah balap nasional. Semoga sirkuit Luwu Timur cepat terealisasi,” ujarnya.
Menurut Hardiansyah, pembangunan sirkuit tak hanya untuk menyalurkan bakat, tapi juga menciptakan ruang aman bagi generasi muda dalam menekuni olahraga balap. Ia berharap pembahasan bisa dimulai tahun depan meski anggaran pembangunan belum diputuskan.
Baca Juga: Bupati Lutim Lantik PSC 119 Dorong Kinerja Maksimal Hingga 100 Persen
“Dengan adanya sirkuit, anak-anak Luwu Timur punya tempat latihan resmi. Tidak hanya satu nama, Badly, tapi akan lahir talenta-talenta baru,” tambahnya.
Prestasi Badly pun mendapat sambutan hangat dari Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam. Menurutnya, pencapaian remaja 16 tahun tersebut bukan hanya kebanggaan daerah, melainkan juga aset besar bagi Indonesia.
“Badly tidak hanya mengharumkan nama Luwu Timur, tapi juga Indonesia di kancah internasional. Ia aset luar biasa yang kita miliki,” jelas Irwan.
Sebagai bentuk apresiasi, Irwan bahkan melakukan video call langsung dengan Badly untuk memberikan ucapan selamat. Dalam kesempatan itu, ia berpesan agar sang pembalap muda selalu ingat orang tua sebelum “tarik gas” di lintasan. Sang bupati juga menjanjikan apresiasi khusus dari pemerintah daerah atas prestasi yang diraih Badly.
Jalan Panjang Pembinaan
Lahir dan besar di Luwu Timur, Badly memang menunjukkan talenta balap sejak usia belia. Namun, tanpa adanya fasilitas pendukung yang memadai, perjalanannya tidaklah mudah. Saat ini, ia masih harus berlatih dan berkompetisi di luar daerah, bahkan lintas negara.
IMI menilai kehadiran sirkuit di Luwu Timur akan menjadi pondasi pembinaan jangka panjang. Dengan fasilitas standar internasional, tidak menutup kemungkinan daerah ini bisa melahirkan lebih banyak pembalap muda yang siap bersaing di ajang nasional maupun internasional.


















