Luwu Timur– Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepemimpinan terhadap masyarakat, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, memfasilitasi langsung aspirasi warga terdampak kebocoran pipa milik PT Vale Indonesia Tbk melalui Rapat Kompensasi yang digelar di TAB Sorowako, Kecamatan Nuha.
Rapat yang berlangsung hangat dan penuh dialog terbuka ini dihadiri sejumlah pejabat penting, antara lain Kapolres Luwu Timur, AKBP Ario Putranto TM, Pabung Mayor Arm Syafaruddin, serta Ketua DPRD Luwu Timur, Ober Datte, bersama sejumlah anggota dewan seperti Erick Estrada, Rivaldi, dan Yusuf Pombatu. Turut hadir pula perwakilan kepala OPD, camat, kepala desa, serta jajaran direksi dan perwakilan PT Vale Indonesia.
Bupati Irwan Jadi Fasilitator Aspirasi Masyarakat
Dalam arahannya, Bupati Irwan menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan bentuk tanggapan nyata pemerintah daerah terhadap keluhan dan aspirasi masyarakat yang terdampak kebocoran pipa milik PT Vale beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, banyak masyarakat dari tiga wilayah terdampak — Timampu, Matompi, dan Pekaloa — telah menyampaikan keluhan terkait dampak kebocoran yang berpengaruh langsung terhadap lahan pertanian, hasil tangkapan ikan, hingga budidaya perikanan.
“Rapat ini adalah reaksi nyata atas berbagai aspirasi masyarakat. Kita ingin duduk bersama, mencari solusi terbaik, bukan hanya janji di atas kertas. Saya berharap hasil dari rapat ini benar-benar direalisasikan dan diteruskan kepada warga yang belum sempat hadir,” imbuhnya.
Masyarakat Sampaikan Tuntutan Kompensasi
Baca Juga: Rapiuddin Tekankan Integritas sebagai Kunci Utama bagi CPNS dan PPPK Lutim
Perwakilan masyarakat, Abdul Rahman, dalam forum tersebut menyampaikan langsung harapan warga agar PT Vale memberikan kompensasi yang adil dan proporsional.
“Kami hanya ingin keadilan. Banyak sawah yang tidak bisa panen, ikan mati di empang, dan hasil tangkapan nelayan menurun drastis. Kami minta agar PT Vale bertanggung jawab penuh atas kerugian ini,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kompensasi tidak hanya soal materi, tetapi juga pengakuan dan tanggung jawab moral perusahaan terhadap kehidupan masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan aktivitas industri tambang.
PT Vale Siap Bertanggung Jawab dan Lakukan Kompensasi
Menanggapi hal tersebut, Direktur dan Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia, Budiawansyah, menyampaikan komitmen perusahaan untuk menindaklanjuti seluruh dampak yang timbul akibat insiden kebocoran pipa.
“Kami bertanggung jawab penuh dan akan memberikan kompensasi sesuai hasil verifikasi lapangan. Semua akan dilakukan secara transparan dan berdasarkan data yang valid,” jelasnya.
Adapun untuk sektor budidaya, terutama empang dan kolam ikan hias, tim gabungan dari perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat akan melakukan identifikasi serta verifikasi lanjutan agar tidak ada pihak yang dirugikan.


















