Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Dalam Sidang yang Dihadiri Tokoh Nasional, Disertasi tentang Media Sosial dan Pemerintahan Dinyatakan Lulus

Dalam Sidang yang Dihadiri Tokoh Nasional, Disertasi tentang Media Sosial dan Pemerintahan Dinyatakan Lulus

banner 120x600
banner 468x60

Dari Newsroom ke Dunia Akademik: Jurnalis Senior Silahuddin Genda Raih Gelar Doktor dengan Disertasi Instagram Kepala Daerah

Luwu Timur– Dalam sebuah sidang yudisium yang khidmat di Aula Prof. Fachruddin, Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas), Jumat, 22 Agustus 2025, dunia jurnalistik dan komunikasi Indonesia menyambut seorang doktor baru. Silahuddin Genda, seorang jurnalis senior yang namanya telah lama dikenal di jagad pers Sulawesi Selatan, resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Komunikasi dengan predikat Sangat Memuaskan.

Perjalanan panjangnya dari newsroom ke dunia akademik puncak berhasil ia raih setelah mempertahankan disertasinya yang sangat relevan dengan zeitgeist (semangat zaman) era digital: “Media Sosial dan Pemerintahan Partisipatif: Analisis Penggunaan Akun Instagram Empat Kepala Daerah di Sulawesi Selatan”.

banner 325x300

Menjembatani Dua Dunia: Jurnalisme dan Komunikasi Pemerintahan

Disertasi Dr. Silahuddin bukanlah sekadar karya akademis biasa. Ia merupakan perpaduan sempurna antara pengalaman lapangannya yang puluhan tahun sebagai jurnalis yang mengawasi kekuasaan (watchdog) dengan ketajaman analisis akademis seorang ilmuwan komunikasi. Penelitiannya berfokus pada bagaimana platform media sosial, khususnya Instagram, yang biasanya identik dengan gaya hidup dan hiburan, dimanfaatkan oleh empat kepala daerah di Sulsel sebagai sarana strategis untuk membangun komunikasi partisipatif dengan masyarakat.

“Menempuh S3 bukanlah perjalanan yang singkat, tetapi alhamdulillah saya bisa melewatinya dengan doa, dukungan keluarga, dan para pendidik saya,” ucap Dr. Silahuddin dengan penuh syukur usai dinyatakan lulus. Dalam momen kebahagiaan itu, ia juga menyelipkan kenangan mendalam untuk kedua orang tuanya yang telah wafat. “Almarhum ibu dan bapak saya selalu berpesan bahwa harta bukanlah warisan sejati, melainkan pendidikan. Setiap capaian dari disertasi ini lahir dari doa dan pengorbanan mereka.”

Dalam Sidang yang Dihadiri Tokoh Nasional, Disertasi tentang Media Sosial dan Pemerintahan Dinyatakan Lulus
Dalam Sidang yang Dihadiri Tokoh Nasional, Disertasi tentang Media Sosial dan Pemerintahan Dinyatakan Lulus

Baca Juga: Kebakaran di Luwu Timur Tak Ada Korban Jiwa tapi Kerugian Material Capai Ratusan Juta

Lebih dari sekadar gelar, ia menegaskan bahwa ini adalah bentuk pengabdian. “Gelar Doktor ini bukan sekadar gelar pribadi, tetapi untuk mengabdi kepada masyarakat dan negara,” tegasnya.

Mengapa Instagram? Mengapa Partisipatif?

Pilihan Instagram sebagai objek penelitian sangatlah cerdas. Dibandingkan platform lain seperti Facebook atau Twitter (X), Instagram memiliki keunikan dengan dominasi konten visual (foto dan video) yang lebih tinggi, engagement rate yang kuat, dan demografi pengguna yang sangat beragam, termasuk generasi muda.

Penelitian ini menggeser paradigma dari media sosial sebagai sekadar tool untuk menyebarkan informasi (one-way communication) menjadi alat untuk membangun dialog dan partisipasi (two-way communication). Dr. Silahuddin menganalisis secara mendalam bagaimana keempat kepala daerah tersebut—yang namanya tentu saja menjadi bagian penting dalam disertasinya—menggunakan fitur-fitur seperti:

  • Feed Instagram: Untuk membagikan informasi kebijakan, kegiatan pemerintahan, dan pencapaian program.

  • Instagram Stories: Untuk konten yang lebih spontan, ‘di balik layar’, serta menggunakan fitur poll (jajak pendapat) dan Q&A (tanya jawab) untuk berinteraksi langsung dengan warganet.

  • Komentar dan Direct Message (DM): Seberapa responsif pemimpin tersebut menanggapi keluhan, aspirasi, dan pertanyaan dari masyarakat.

Dengan kata lain, akun Instagram mereka diteliti bukan dari jumlah followers-nya semata, melainkan dari kualitas interaksi dan kemampuannya dalam mendorong warga untuk terlibat aktif dalam proses pemerintahan.

Dukungan dari Para Tokoh dan Sidang yang Bergengsi

Keberhasilan Dr. Silahuddin diakui oleh tim penguji yang terdiri dari para ahli terkemuka. Sidang tersebut dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Phil. Sukri, SIP., M.Si., dengan promotor Prof. Dr. Hafied Cangara, M.Sc., seorang guru besar ilmu komunikasi yang sangat dihormati di Indonesia. Ko-promotor Prof. Dr. Andi Alimuddin Unde, M.Si., serta para penguji internal dan eksternal seperti Prof. Armin dan Dr. Taufan Pawe.

Kehadiran sejumlah tokoh terpandang seperti Bupati Pangkep Yusran Lalogau, Ketua DPRD Pangkep Abd Haris Gani, Komisioner KPI Pusat Muhammad Nasrul Hasan, dan mantan Direktur Pascasarjana UNM Prof. Dr. Hamsu Gani menunjukkan betapa penting dan dinantinya hasil penelitian ini. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai bentuk apresiasi personal, tetapi juga sinyal bahwa dunia praktisi pemerintahan dan regulator sangat membutuhkan insight dari temuan akademis seperti ini.

Implikasi dan Manfaat bagi Demokrasi Digital

Disertasi Dr. Silahuddin Genda memiliki implikasi yang sangat nyata, antara lain:

  1. Peta Jalan bagi Kepala Daerah: Penelitian ini menjadi semacam ‘buku panduan’ bagi pemimpin daerah lain di Indonesia untuk menggunakan media sosial secara lebih efektif dan partisipatif, melampaui fungsi seremonial dan pencitraan semata.

  2. Meningkatkan Akuntabilitas Publik: Komunikasi yang partisipatif memaksa pemerintah untuk lebih transparan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, yang pada ujungnya meningkatkan akuntabilitas.

  3. Memperkuat Literasi Digital Demokrasi: Masyarakat didorong untuk menggunakan platform digital tidak hanya untuk konsumsi tetapi untuk berpartisipasi dalam pembangunan, sehingga memperkuat fondasi demokrasi digital.

  4. Mendorong Civic Engagement: Generasi muda yang aktif di media sosial akan merasa lebih terhubung dengan pemimpinnya dan memiliki saluran yang mudah diakses untuk menyuarakan pendapat.

Sebuah Pencapaian yang Menginspirasi

Dr. Silahuddin Genda telah membuktikan bahwa batas antara praktisi dan akademisi bukanlah tembok yang kaku. Pengalaman lapangan yang kaya justru dapat menjadi fondasi yang kuat untuk membangun teori dan analisis yang berkontribusi besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Raihan gelar doktornya adalah sebuah inspirasi bagi para jurnalis muda dan profesional komunikasi lainnya untuk tidak berhenti belajar. Ia menunjukkan bahwa warisan sejati memang adalah pendidikan—sebuah pesan dari almarhum orang tuanya yang ia wujudkan dengan sempurna, tidak hanya untuk kebanggaan keluarga, tetapi untuk kemaslahatan bangsa dan negara.

Selamat, Dr. Silahuddin Genda, S.Sos., M.Si.! Kini, Indonesia memiliki satu lagi ilmuwan komunikasi yang pemikirannya lahir dari gemblengan dunia nyata.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *