Tragedi di Luwu Timur: Rumah Anggota Polisi Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 800 Juta
Luwu Timur– Sebuah kejadian kebakaran hebat menghanguskan rumah seorang anggota Polri, Aipda Jaslin (42), di Desa Kalosi, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan pagi sekitar pukul 10.26 Wita. Peristiwa ini tidak hanya melenyapkan tempat tinggal, tetapi juga menghabiskan harta benda berharga, termasuk dua unit mobil, dua sepeda motor, serta surat-surat penting. Kerugian material yang ditaksir mencapai angka yang fantastis, sekitar Rp 800 juta.
Kronologi dan Dugaan Awal Penyebab
Menurut Hendro Prabowo, Kabid Pemadaman, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Damkar Lutim, yang dikonfirmasi media, api diduga kuat berasal dari korsleting listrik di dalam rumah. Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong. Sang pemilik rumah, Aipda Jaslin, sedang menjalankan tugas dinas, sementara sang istri sedang menghadiri sebuah pesta di luar rumah.
“Saat kejadian pemilik rumah yang merupakan seorang polisi sedang menjalankan tugas. Sedangkan istrinya, saat itu tengah keluar rumah. Lagi tugas bapaknya, ibunya ke pesta,” jelas Hendro, seperti dikutip dari pemberitaan.
Baca Juga: Bupati Luwu Timur Pastikan PBB Tidak Naik Warga Diberi Keringanan
Faktor ketiadaan penghuni rumah ini diduga menjadi alasan mengapa api dapat membesar dengan cepat tanpa adanya upaya pemadaman dini. Warga sekitar yang menyadari kobaran api sudah besar kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.
Upaya Pemadaman dan Kerugian yang Diderita
Satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah. Setelah melalui upaya yang cukup, api akhirnya berhasil dipadamkan. Namun, upaya tersebut sudah terlambat. Hampir seluruh bagian rumah dan kendaraan yang terparkir di halaman atau garasi telah ludes dilalap api.
Dua unit mobil, yaitu sebuah Toyota Avanza dan sebuah mobil pikap, serta dua unit sepeda motor, hangus tak terselamatkan. Bukan hanya kendaraan, barang-barang berharga lainnya seperti perhiasan emas dan yang paling krusial adalah surat-surat berharga milik keluarga juga ikut menjadi abu. Total kerugian material diperkirakan mencapai Rp 800 juta.
“Kebakaran rumah, 1 mobil Avanza dan 1 mobil pikap, 2 motor, emas dan surat-surat berharga lainnya,” ujar Hendro.








