Longsor Tutup Jalan Trans-Sulawesi di Luwu Timur, Kendaraan Terhenti dari Dua Provinsi
Luwu Timur– Hujan deras yang melanda wilayah Luwu Timur memicu tanah longsor besar di Dusun Sampuraga, Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana, sehingga menutup akses jalan Trans-Sulawesi pada Kamis, 20 Maret 2025. Longsor menimbun badan jalan sepanjang sekitar 25 meter dengan ketinggian material mencapai 3 meter, membuat kendaraan dari dua provinsi tidak bisa melintas.
Dampak Longsor
Longsor yang terjadi pada siang hingga sore hari ini memaksa pengguna jalan dari Sulawesi Selatan maupun Sulawesi Tengah untuk menghentikan perjalanan. Beberapa kendaraan berat, termasuk truk pengangkut logistik dan bus penumpang, terpaksa menunggu hingga proses pembersihan jalan selesai. Warga sekitar menyebut bahwa intensitas hujan yang tinggi sejak pagi membuat lereng di sekitar jalan menjadi labil, sehingga tanah mudah longsor.
Penanganan Darurat
Tim BPBD Luwu Timur bersama aparat kecamatan, TNI, dan Polri langsung dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi material longsor. Kepala BPBD Luwu Timur, dalam keterangannya, mengatakan proses pembersihan dilakukan secara manual maupun menggunakan alat berat, mengingat material longsor cukup tebal dan menutupi hampir seluruh badan jalan.
“Kami prioritaskan membuka akses jalan secepat mungkin karena jalan ini merupakan jalur utama Trans-Sulawesi. Semua kendaraan dari arah Sulawesi Selatan dan Tengah sementara dialihkan atau harus menunggu hingga jalan bisa dilalui kembali,” kata Kepala BPBD.
Upaya Pencegahan
Selain pembersihan material longsor, pihak BPBD dan pemerintah kecamatan juga melakukan pengamanan lereng dan memasang papan peringatan bagi pengendara agar berhati-hati. Longsor ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan pemerintah tentang pentingnya mitigasi bencana alam di daerah rawan longsor, terutama saat musim hujan.
Pihak kecamatan juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan evaluasi permanen, termasuk pemasangan talud penahan tanah dan perbaikan saluran drainase di lokasi rawan longsor.
Respons Masyarakat
Warga sekitar mengaku terdampak oleh kejadian ini, terutama mereka yang sehari-hari mengandalkan jalan Trans-Sulawesi untuk aktivitas ekonomi. Pedagang dan sopir truk berharap proses pembersihan cepat selesai agar aktivitas ekonomi kembali lancar.
“Saya sempat khawatir karena truk kami membawa logistik ke Palopo, dan harus berhenti di sini. Syukurlah tim BPBD cepat turun ke lokasi,” kata salah seorang sopir truk yang terdampak.
Catatan Penting
Longsor ini menyoroti kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana di jalur utama Sulawesi. Jalan Trans-Sulawesi merupakan jalur vital yang menghubungkan banyak kabupaten, sehingga setiap gangguan berdampak pada arus logistik, transportasi penumpang, dan ekonomi lokal.
BPBD menghimbau masyarakat agar selalu waspada saat melintasi daerah rawan longsor, terutama saat hujan deras, serta selalu memantau informasi resmi terkait kondisi jalan dan cuaca.








