banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250

Pria di Luwu Timur Diamuk Warga gegara Bawa Mandau di Jalan-Bikin Macet

banner 120x600
banner 468x60

Pria bernama Firman Nurdin mengamuk dengan mandau di Luwu Timur, menyebabkan kemacetan.

Luwu Timur – Suasana pagi yang biasanya ramai namun tertib di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Atue, Kecamatan Malili, berubah drastis menjadi kepanikan pada Selasa (12/8/2025) sekitar pukul 07.00 WITA. Seorang pria bernama Firman Nurdin (35) mendadak mengamuk di tengah jalan umum sambil membawa senjata tajam jenis mandau. Kejadian itu bukan hanya mencuri perhatian warga, tetapi juga menyebabkan kemacetan panjang yang melumpuhkan arus lalu lintas dari dua arah.

banner 325x300

Firman, yang datang dari arah jalur utama Malili, terlihat berteriak-teriak sambil mengayunkan mandau ke udara. Sejumlah pengendara yang melintas terpaksa menghentikan laju kendaraan mereka, sebagian bahkan memutar balik demi menghindari potensi bahaya. Aksi pria itu ditangkap warga sekitar dan pengguna jalan yang merekam kejadian tersebut, memunculkan kepanikan yang cepat menyebar di media sosial lokal.

Menurut informasi awal yang dikonfirmasi oleh kepolisian, insiden itu terjadi tiba-tiba dan tanpa pemicu yang jelas. “Benar, kami tiba di lokasi setelah menerima laporan warga. Kebetulan saya juga sedang berada dalam bus dari Makassar dan melihat langsung kemacetan panjang,” ujar Kasi Humas Polres Luwu Timur, Bripka Andi Muh Taufik, kepada detikSulsel.

Detik-detik Kejadian di Lokasi

Beberapa saksi mata menceritakan bahwa Firman tampak berjalan sendirian di badan jalan sambil berteriak dengan nada tidak jelas. Mandau yang dibawanya digenggam kuat, dan sesekali diacungkan sembari ia berjalan di antara deretan kendaraan yang mulai menumpuk. Seorang pengendara motor mengaku sempat hampir diserang ketika Firman tiba-tiba menghampiri dan berteriak keras.

“Saya kira orang lagi mabuk atau emosi. Tapi pas liat dia bawa mandau, langsung saya minggir dan tutup kaca helm,” ujar salah seorang pengendara yang melintas pagi itu.

Kemacetan panjang pun tidak bisa dihindari. Kendaraan roda empat dan roda dua mengular hingga ratusan meter. Sopir truk yang membawa muatan ke arah Malili mengaku tidak dapat bergerak selama lebih dari 15 menit karena kerumunan warga yang mulai berkumpul mengelilingi pria tersebut.

Warga Mulai Resah, Aksi Massa Hampir Tak Terhindarkan

Ketika aksi Firman semakin membahayakan, warga sekitar yang panik mulai bertindak. Beberapa pria dewasa yang berada dekat lokasi mencoba menenangkan Firman, namun upaya itu gagal karena pelaku terus mengamuk. Situasi kian memanas, dan amarah warga yang merasa terancam mulai bangkit.

Tanpa menunggu lama, sejumlah warga akhirnya menyergap Firman. Dalam hitungan detik, kerumunan mengerubungi pelaku, membuatnya tersudut. Warga berhasil merebut mandau dari tangannya sebelum situasi berubah semakin kacau.

“Warga khawatir kalau dibiarkan, bisa ada yang terluka. Jadi saat dia mulai mendekat ke kerumunan, langsung diamankan ramai-ramai,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Petugas kepolisian yang tiba beberapa menit setelahnya langsung melerai massa yang sudah mulai emosional. Firman kemudian digiring ke mobil patroli dan dibawa ke Polres Luwu Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi Dalami Motif Pelaku

Hingga berita ini ditulis, motif Firman mengamuk sambil membawa mandau masih dalam penyelidikan. Kepolisian belum memberikan keterangan lengkap mengenai kondisi psikis maupun latar belakang pelaku. Namun, aparat memastikan bahwa tindakan membawa senjata tajam di tempat umum adalah pelanggaran serius yang dapat membahayakan orang lain.

Kami sudah mengamankan pelaku dan barang bukti. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab dan motif tindakannya,” jelas Bripka Andi Taufik.

Polisi juga mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi, termasuk main hakim sendiri. Aksi yang terjadi di Jalan Trans Sulawesi ini menjadi pengingat penting akan potensi bahaya di ruang publik dan pentingnya kewaspadaan masyarakat.

Dampak Kemacetan dan Reaksi Warga

Peristiwa tersebut tidak hanya menciptakan kepanikan, tetapi juga mengganggu aktivitas pagi hari masyarakat. Banyak pekerja yang hendak menuju kawasan industri Sorowako dan beberapa sekolah mengalami keterlambatan.

Sejumlah video amatir yang diunggah ke media sosial memperlihatkan momen ketika Firman berjalan tak terkendali di tengah jalan. Video itu cepat viral di grup WhatsApp daerah Malili, memunculkan berbagai spekulasi hingga aparat perlu meluruskan informasi agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Beberapa warga berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli rutin, khususnya di jalur utama Trans Sulawesi yang menjadi arteri penting mobilitas masyarakat. Mereka juga meminta penanganan serius terhadap pelaku agar kejadian serupa tidak terulang.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *