Luwu Timur– Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Pendopo Ronggo Hadinegoro, Kabupaten Blitar ketika Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama Ketua TP PKK Luwu Timur, dr. Ani Nurbani, dan rombongan Pandu Juara tiba dalam rangka kunjungan kerja dan studi tiru ke Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Kedatangan rombongan Pemkab Luwu Timur disambut langsung oleh Bupati Blitar, H. Rijanto, bersama jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat. Momen penyambutan berlangsung penuh kekeluargaan, ditandai dengan sapaan hangat, senyum ramah, dan canda tawa yang mengiringi prosesi pertemuan dua kepala daerah tersebut.
Sambutan Hangat dan Suasana Penuh Keakraban
Dalam sambutannya, Bupati Irwan Bachri Syam atau yang akrab disapa Ibas, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penyambutan luar biasa yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar.
“Luar biasa sekali sambutan yang diberikan kepada kami rombongan dari Pemkab Luwu Timur. Terima kasih banyak Pak Bupati beserta jajaran. Kalau ada kesempatan, saya juga mengundang Bapak dan rombongan untuk berkunjung ke Luwu Timur,” ujar Bupati Ibas dengan senyum hangat.
Bupati Ibas kemudian memaparkan sekilas potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten Luwu Timur. Ia menyebut daerah berjuluk “Bumi Batara Guru” itu memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, hingga pariwisata alam yang menawan.
“Kami memiliki tiga danau besar — Matano, Towuti, dan Mahalona — yang menjadi kebanggaan masyarakat Luwu Timur. Selain itu, potensi sektor pertanian dan perkebunan kami juga terus kami kembangkan agar memberi manfaat luas bagi masyarakat,” jelasnya.
Canda Hangat Bupati Blitar dan Kedekatan Emosional dengan Tana Luwu
Sementara itu, Bupati Blitar, H. Rijanto, menyambut rombongan tamu dengan penuh kehangatan. Dalam sambutannya yang diselingi humor ringan, ia sempat mencairkan suasana dengan candaan khas Jawa Timur.
Baca Juga: Pertina Luwu Timur Ukir Sejarah, Raih 2 Emas dan Tembus 3 Besar di BK Porprov Sulsel
“Mohon maaf, Pak Bupati, di sini tidak ada kapurung,” ucapnya disambut gelak tawa seluruh tamu dan undangan.
Candaan itu tidak sekadar gurauan, melainkan juga menunjukkan kedekatan emosional antara dirinya dengan masyarakat Tana Luwu. Rijanto mengenang masa-masa ketika dirinya pernah bermukim di wilayah tersebut, bahkan menyebut bahwa salah satu mantan Bupati Blitar dahulu memiliki istri yang berasal dari Tana Luwu.
“Saya pernah bermukim di Tana Luwu, dan masyarakat Luwu banyak juga yang bermukim di sini. Jadi sebenarnya, hubungan kita ini sudah seperti keluarga,” ungkapnya penuh nostalgia.
Silaturahmi dan Tukar Pengetahuan Antar Daerah
Dalam kesempatan itu, Bupati Rijanto juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Ibas dan rombongan Pandu Juara, yang datang dalam rangka study visit atau kunjungan pembelajaran antar daerah.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi wadah penting untuk memperkuat silaturahmi, kolaborasi, dan pertukaran informasi antar pemerintah daerah.
“Kunjungan ini sangat bermakna bagi kami. Dalam bingkai NKRI, menjalin silaturahmi itu penting sekali, agar kita saling mengenal dan saling belajar tentang potensi serta keunggulan daerah masing-masing,” ujar Bupati Rijanto.
Sebagai penutup acara, kedua pemimpin daerah saling bertukar cenderamata sebagai simbol persahabatan dan penghormatan antar pemerintah daerah. Cenderamata itu tidak hanya menjadi kenangan, tetapi juga representasi dari identitas dan kebanggaan daerah masing-masing.


















